Bali is beautiful. Tapi di balik sunset, beach club, dan resort mewahnya, ada realita yang makin sulit diabaikan, sampah. Sepanjang 2024, Bali menghasilkan sekitar 1,2 juta ton sampah menurut data SIPSN. Di tengah tekanan itu, industri hospitality mulai bergerak lebih serius, menjadi bukan sekadar terlihat “eco-friendly”, tapi benar-benar mengubah cara mereka beroperasi.
Salah satu pendekatan yang kini semakin relevan adalah ekonomi sirkular. Konsep ini bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi bagaimana sampah bisa kembali punya nilai dan fungsi baru. Lewat program daur ulang kapsul kopi bekas, Nespresso bersama jaringan hotel mitranya menunjukkan kalau sustainability bisa dimulai dari detail kecil yang jarang atau luput dari perhatian kita
Komitmen yang sama, baru saja membawa Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort menerima Sustainability Award dari Nespresso. Karena sepanjang 2025, resort ini berhasil mengembalikan lebih dari 41.422 kapsul kopi bekas untuk didaur ulang. Satu deretan angka yang mungkin terdengar sederhana, tapi memberi dampak nyata dalam rantai pengelolaan limbah di Bali.
“Kami merasa terhormat menerima penghargaan ini dari Nespresso”, kata General Manager dari Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Jean-Pierre Joncas. Menurutnya, langkah kecil seperti pengelolaan kapsul kopi secara bertanggung jawab, nantinya akan bisa ikut menentukan masa depan pariwisata Bali yang lebih berkelanjutan.
Menariknya, program ini nggak hanya berhenti di proses pengumpulan. Kapsul yang dikirim ke fasilitas Nespresso di Jakarta akan dipisahkan: aluminiumnya diolah kembali menjadi produk baru, sementara ampas kopinya dimanfaatkan sebagai kompos untuk perkebunan kopi di Jawa Barat. Satu siklus sederhana yang membuktikan kalau luxury dan sustainability kini bisa berjalan beriringan.








