Bupati Purwakarta saat ini adalah Saepul Bahri Binzein, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Om Zein. Namanya sedang ramai dicari setelah polemik lagu berbahasa Sunda ciptaannya, “Lalaki Langit, Lalanang Bejat”, viral dan memicu kritik karena dinilai kurang sensitif terhadap perempuan.
Di luar polemik tersebut, Om Zein merupakan kepala daerah yang memimpin Purwakarta bersama Abang Ijo Hapidin untuk periode 2025–2030. Pasangan ini memenangkan Pilkada Purwakarta 2024 setelah memperoleh suara terbanyak berdasarkan rekapitulasi KPU Kabupaten Purwakarta.
Agar tidak membaca isu ini sepotong-sepotong, artikel ini merangkum profil Om Zein, hasil Pilkada Purwakarta, program kerja yang sedang berjalan, hingga kronologi polemik lagu Lalaki Langit yang membuat Bupati Purwakarta menjadi sorotan nasional.
Siapa Bupati Purwakarta Sekarang?
Bupati Purwakarta sekarang adalah Saepul Bahri Binzein. Ia dikenal luas dengan nama Om Zein dan menjabat bersama Abang Ijo Hapidin sebagai Wakil Bupati Purwakarta.
Nama Om Zein belakangan menjadi perhatian karena dua hal yang berjalan berdekatan. Di satu sisi, pemerintahannya membawa narasi Purwakarta Istimewa dan mendorong berbagai program daerah. Di sisi lain, karya lamanya berupa lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” kembali muncul dan memicu perdebatan publik.
Itulah kenapa pencarian tentang bupati Purwakarta saat ini tidak hanya mengarah ke biodata, tetapi juga ke kronologi polemik, klarifikasi, respons publik, dan posisi Om Zein sebagai pejabat daerah.
Profil Singkat Saepul Bahri Binzein atau Om Zein

Saepul Bahri Binzein adalah figur politik yang kini memimpin Kabupaten Purwakarta. Ia dikenal dengan gaya komunikasi yang dekat dengan masyarakat dan sapaan populer Om Zein. Sebelum menjadi bupati, namanya sudah cukup dikenal di Purwakarta melalui aktivitas organisasi dan jejaring sosial-politik lokal.
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama lengkap | Saepul Bahri Binzein |
| Nama populer | Om Zein |
| Jabatan | Bupati Purwakarta |
| Periode | 2025–2030 |
| Wakil bupati | Abang Ijo Hapidin |
| Visi pemerintahan | Purwakarta Istimewa |
Biodata di atas penting karena banyak orang kini mencari Om Zein bukan hanya sebagai tokoh politik, tetapi juga sebagai figur publik yang sedang menjadi bahan pembicaraan. Dalam konteks SEO, artikel tentang dirinya perlu menjawab dua kebutuhan sekaligus: profil dasar dan perkembangan isu terbaru.
Hasil Pilkada Purwakarta 2024
Pada Pilkada Purwakarta 2024, pasangan Saepul Bahri Binzein–Abang Ijo Hapidin menjadi peraih suara terbanyak. Berdasarkan rekapitulasi KPU Purwakarta, pasangan nomor urut 1 tersebut memperoleh 251.998 suara.
| Pasangan Calon | Perolehan Suara | Keterangan |
|---|---|---|
| Saepul Bahri Binzein – Abang Ijo Hapidin | 251.998 suara | Suara terbanyak |
| Yadi Rusmayadi – Pipin Sopian | 193.221 suara | Urutan kedua |
| Anne Ratna Mustika – Budi Hermawan | 40.225 suara | Urutan ketiga |
| Zainal Arifin – Sona Maulida Roemardie | 34.367 suara | Urutan keempat |
Hasil tersebut menjadi dasar kemenangan Om Zein dan Abang Ijo dalam kontestasi politik lokal Purwakarta. Setelah Pilkada selesai, keduanya membawa narasi pemerintahan Purwakarta Istimewa sebagai arah pembangunan daerah.
Arah Program Kerja Bupati Purwakarta
Arah program kerja Bupati Purwakarta berpusat pada visi Purwakarta Istimewa. Fokusnya meliputi perbaikan infrastruktur, penguatan pelayanan publik, transparansi pemerintahan, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan daya saing daerah.
- Perbaikan infrastruktur jalan
Isu jalan rusak menjadi salah satu perhatian utama warga. Karena itu, pembangunan dan perbaikan akses antarkecamatan menjadi program yang paling mudah dirasakan masyarakat.
- Pelayanan publik yang lebih sederhana
Pelayanan administrasi, perizinan, dan akses informasi publik menjadi bagian penting dari tata kelola daerah. Targetnya, warga bisa mengurus kebutuhan administratif dengan lebih cepat dan jelas.
- Penguatan ekonomi lokal
Purwakarta memiliki potensi industri, UMKM, pertanian, dan ekonomi kreatif. Program daerah perlu menjembatani potensi itu agar lebih berdampak terhadap pendapatan warga.
- Transparansi pemerintahan
Keterbukaan informasi anggaran dan program menjadi cara untuk membangun kepercayaan publik. Warga perlu tahu bagaimana kebijakan daerah dijalankan dan sejauh mana hasilnya.
Namun, dalam praktiknya, perhatian publik terhadap pejabat daerah tidak hanya berhenti pada program kerja. Di era media sosial, cara pejabat berkomunikasi, membuat konten, dan merespons kritik juga ikut menentukan citra pemerintahan.
Polemik Lagu Lalaki Langit yang Membuat Om Zein Viral
Polemik lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” bermula ketika karya lama Om Zein kembali ramai di media sosial. Lagu berbahasa Sunda tersebut dinilai sebagian pihak memuat diksi yang kurang sensitif dan dianggap merendahkan perempuan.
Isu ini cepat meluas karena Om Zein bukan lagi sekadar kreator atau tokoh lokal, melainkan sudah menjadi Bupati Purwakarta. Ketika status seseorang berubah menjadi pejabat publik, karya lama pun bisa dibaca ulang dengan standar yang berbeda.
Klarifikasi Om Zein Soal Lagu Lalaki Langit
Dalam klarifikasinya, Om Zein menyebut lagu tersebut bukan dibuat untuk merendahkan perempuan. Menurut penjelasan Pemkab Purwakarta, Om Zein menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan berjanji men-take down video lagu tersebut dari platform media sosial pribadinya.
Om Zein juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu tersebut. Respons ini penting karena publik menilai pejabat daerah bukan hanya dari kebijakan, tetapi juga dari cara menghadapi kritik.
Kenapa Polemik Ini Penting untuk Bupati Purwakarta?
Polemik ini penting karena memperlihatkan bagaimana pejabat publik hidup dalam pengawasan digital yang sangat cepat. Satu karya lama bisa kembali viral, dibahas ulang, lalu dikaitkan dengan posisi jabatan saat ini.
Bagi warga Purwakarta, isu ini bukan hanya soal lagu. Pertanyaannya menjadi lebih luas: bagaimana seorang kepala daerah menjaga sensitivitas komunikasi, menerima kritik, dan tetap fokus menjalankan program publik.
Dari sisi reputasi, respons cepat berupa klarifikasi dan permintaan maaf dapat meredam sebagian kritik. Namun, kepercayaan publik tetap perlu dijaga melalui konsistensi kebijakan, komunikasi yang hati-hati, dan kerja nyata di lapangan.
Timeline Polemik Lagu Lalaki Langit
Agar pembaca mudah memahami alurnya, berikut ringkasan kronologi polemik lagu Lalaki Langit yang menyeret nama Bupati Purwakarta Om Zein ke ruang diskusi publik.
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| 2020 | Om Zein menyebut lagu tersebut dibuat sebagai refleksi pribadi. |
| Juni–Juli 2026 | Lagu kembali viral dan menuai kritik karena dinilai kurang sensitif terhadap perempuan. |
| Juli 2026 | Om Zein memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada pihak yang merasa tidak nyaman. |
| Setelah klarifikasi | Publik masih memperdebatkan batas antara ekspresi seni, jejak digital, dan tanggung jawab pejabat publik. |
Daftar Bupati Purwakarta dari Masa ke Masa
Purwakarta memiliki sejarah kepemimpinan yang cukup dinamis. Sebelum Om Zein, beberapa kepala daerah juga meninggalkan pengaruh besar terhadap arah pembangunan kabupaten ini.
| Nama | Periode | Catatan |
|---|---|---|
| Dedi Mulyadi | 2008–2018 | Dikenal luas lewat gaya kepemimpinan berbasis budaya lokal. |
| Anne Ratna Mustika | 2018–2023 | Menjadi salah satu figur perempuan penting dalam politik Purwakarta. |
| Benni Irwan | 2023–2025 | Penjabat bupati pada masa transisi pemerintahan. |
| Saepul Bahri Binzein | 2025–2030 | Bupati Purwakarta saat ini. |
Dengan melihat daftar ini, pembaca bisa memahami posisi Om Zein dalam kesinambungan kepemimpinan Purwakarta. Ia tidak hanya dinilai dari polemik yang sedang ramai, tetapi juga dari kemampuan melanjutkan dan memperbarui agenda pembangunan daerah.
Kesimpulan
Bupati Purwakarta saat ini adalah Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, yang memimpin bersama Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin. Pasangan ini meraih suara terbanyak dalam Pilkada Purwakarta 2024 dan membawa visi Purwakarta Istimewa.
Namun, nama Om Zein kini sedang ramai karena polemik lagu “Lalaki Langit, Lalanang Bejat”. Lagu lama tersebut viral, menuai kritik, lalu ditanggapi dengan klarifikasi dan permintaan maaf dari Om Zein.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pejabat publik perlu menjaga sensitivitas komunikasi, termasuk terhadap karya atau unggahan lama. Pada akhirnya, publik akan menilai Bupati Purwakarta bukan hanya dari kontroversi, tetapi juga dari konsistensi program kerja dan dampaknya bagi warga.











