Bali, Perfect Sunset, Perfect Food, Pengalaman Kuliner di SugarSand

1
Sumber: SugarSand Restaurant

Menikmati sunset di Seminyak, Bali, bukan sekadar menghabiskan waktu sambil menunggu makan malam. Ada suasana, rasa, dan cerita yang membuat momen sederhana di tepi pantai terasa lebih berkesan.

Hal yang sama berlaku ketika berbicara tentang kuliner Bali. Pengalaman bersantap di Pulau Dewata kini tidak hanya ditentukan oleh seberapa lezat makanan yang tersaji di atas meja. Lokasi, atmosfer, bahan yang digunakan, hingga cerita di balik setiap hidangan ikut menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Salah satu tempat yang membawa pendekatan tersebut adalah SugarSand di Hotel Indigo Bali Seminyak Beach.

SugarSand Membawa Konsep Borderless Cuisine di Seminyak

Berada di kawasan beachfront Seminyak, SugarSand menawarkan pengalaman menikmati makanan dengan suasana pantai Bali sebagai latarnya. Namun, daya tariknya tidak berhenti pada lokasi.

SugarSand kini membawa konsep Borderless Cuisine, sebuah pendekatan kuliner yang mempertemukan bahan-bahan lokal dengan beragam teknik memasak dari berbagai tradisi dunia.

Sumber: SugarSand Restaurant

Konsep ini terasa relevan dengan perkembangan kuliner Bali sendiri. Di satu sisi, Bali memiliki kekayaan bahan serta tradisi lokal yang kuat. Di sisi lain, pulau ini sejak lama menjadi tempat bertemunya berbagai budaya dan pengaruh internasional.

Alih-alih membatasi hidangan pada satu gaya masakan tertentu, Borderless Cuisine memberi ruang bagi keduanya untuk bertemu dalam satu pengalaman makan.

Sentuhan Chef Ega dalam Setiap Hidangan

Di balik konsep kuliner SugarSand terdapat Chef de Cuisine Made Sutarga, atau yang lebih dikenal sebagai Chef Ega. Pengalaman hampir dua dekade di Singapura, Australia, dan Amerika membentuk pendekatannya dalam mengolah makanan.

Chef Ega banyak mengeksplorasi teknik seperti fermentasi, pickling, preservation, hingga house-made garum. Meski teknik yang digunakan mendapat pengaruh dari berbagai tradisi kuliner dunia, bahan-bahan lokal tetap memiliki posisi penting dalam setiap hidangan.

Sumber: SugarSand Restaurant

Pendekatan tersebut membuat teknik internasional bukan menjadi pengganti identitas lokal, melainkan cara lain untuk mengeksplorasi potensinya.

Hasilnya adalah hidangan yang terasa familiar dari sisi bahan, tetapi dapat memberikan pengalaman berbeda melalui cara pengolahannya.

Kolaborasi SugarSand dan TAKK Hadir 24 September 2026

Eksplorasi tersebut akan hadir dalam sebuah kolaborasi satu malam antara SugarSand dan TAKK pada Kamis, 24 September 2026. Chef Ega akan berkolaborasi bersama Chef-Owner Martin untuk menghadirkan total 13 hidangan.

Sumber: SugarSand Restaurant

Menu yang disajikan akan mempertemukan berbagai pengaruh kuliner, mulai dari Asia, Mediterania, Prancis, hingga Skandinavia, dengan sejumlah bahan yang dekat dengan cita rasa Indonesia.

Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat bagaimana satu bahan dapat diterjemahkan melalui teknik dan perspektif kuliner yang berbeda.

18-Hour Short Ribs dengan Andaliman hingga Kluwek

Salah satu sajian yang akan hadir adalah 18-Hour Short Ribs On Bone dari Chef Ega.

Hidangan ini memadukan short ribs dengan sejumlah bahan yang memiliki karakter rasa kuat seperti andaliman, wild kemangi, peperomia, kluwek, serta pilaf rice.

Sumber: SugarSand Restaurant

Perpaduannya menggambarkan pendekatan Borderless Cuisine yang dibawa SugarSand.

Bahan-bahan yang dekat dengan Indonesia tidak harus selalu disajikan menggunakan format tradisional. Dengan teknik yang berbeda, karakter bahan tersebut justru dapat dieksplorasi lebih jauh tanpa kehilangan identitasnya.

Menikmati Sunset dan Dinner dengan Cara Berbeda

Ada banyak cara menikmati sunset di Bali. Sebagian orang memilih duduk di pantai, menikmati minuman, atau sekadar melihat langit berubah warna menjelang malam. Namun, menggabungkan sunset dengan pengalaman kuliner dapat memberikan cerita yang berbeda.

Di SugarSand, momen tersebut bukan hanya mengenai pemandangan laut atau makanan yang datang ke meja. Ada pengalaman menikmati suasana Seminyak, eksplorasi teknik memasak, serta perpaduan bahan lokal dan pengaruh kuliner dunia dalam satu kesempatan.

Bagi kamu yang mencari pengalaman dinner di Seminyak dengan suasana beachfront dan pendekatan kuliner yang berbeda, kolaborasi SugarSand dan TAKK dapat menjadi salah satu agenda yang menarik pada September ini.

Kolaborasi akan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026.

Reservasi dapat dilakukan melalui:

Email: [email protected]
WhatsApp: +62 822-3315-7226

Sunset yang indah memang selalu menjadi alasan untuk datang ke Bali. Namun, ketika makanan, suasana, dan cerita bertemu dalam satu meja, momen tersebut bisa menjadi lebih dari sekadar makan malam.