Ada satu hal yang sering terlewat dari rutinitas harian yang padat: waktu untuk benar-benar berhenti sejenak. Pekerjaan yang menumpuk, deadline yang terus mengejar, dan agenda meeting yang berderet dari pagi sampai sore membuat banyak orang lupa bahwa relaksasi juga butuh ruang, bukan sekadar sisa waktu.
Padahal, momen santai yang berkualitas justru sering menjadi titik balik untuk mengisi ulang energi, sekaligus membuka peluang bertemu orang-orang baru dengan cerita yang belum pernah kita dengar sebelumnya.

Kebutuhan semacam itulah yang coba dijawab lewat Ember and Oaks, sebuah intimate evening program yang digelar oleh Pullman Bali Legian Beach pada Jumat, 25 September 2026, bertempat di Pullman Temple. Bukan sekadar acara kumpul biasa, malam ini dirancang sebagai pengalaman yang memadukan beberapa elemen sekaligus: whisky premium, sesi melinting cigar, kanape, serta musik jazz yang mengalun sepanjang acara. Kombinasi ini membuat suasana terasa personal dan hangat, jauh dari kesan formal yang biasa menempel pada acara networking pada umumnya.
Menyelami Cerita di Balik Keris Single Malt Whisky
Salah satu daya tarik utama dari Ember and Oaks adalah kehadiran Keris Single Malt Whisky, produk yang menyimpan proses panjang dan penuh detail di baliknya. Whisky ini dimatangkan selama lima tahun dalam American Oak Barrels, sebelum melalui tahap penyempurnaan akhir di dalam Oloroso sherry casks.
Proses dua tahap semacam ini bukan hal yang sembarangan dilakukan, pemilihan jenis kayu, durasi pematangan, hingga jenis cask untuk tahap finishing semuanya berkontribusi pada karakter rasa akhir yang dihasilkan. Bagi penikmat whisky, cerita tentang proses ini sering kali sama menariknya dengan rasa yang akhirnya tercipta di dalam gelas.
Yang membuat Keris Single Malt makin istimewa adalah rekam jejaknya. Pada 2024, whisky ini resmi tercatat oleh MURI sebagai single malt pertama yang diproduksi di Indonesia, sebuah pencapaian yang menempatkan nama Indonesia di peta industri whisky dunia, yang selama ini didominasi oleh negara-negara dengan tradisi produksi whisky yang jauh lebih tua.
Tidak berhenti di situ, setahun kemudian, di 2025, Keris Single Malt berhasil membawa pulang empat medali emas dari berbagai kompetisi internasional. Pencapaian ini menunjukkan bahwa produk whisky lokal mampu bersaing secara kualitas di panggung global, sesuatu yang tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi industri minuman premium dalam negeri.
Pengalaman Melinting Cigar Bersama Pranada Cigar
Setelah menikmati sesi whisky, tamu diajak melangkah ke pengalaman berikutnya yang tak kalah menarik: sesi melinting cigar bersama Pranada Cigar. Di sesi ini, peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar diajak turun tangan mencoba membuat Javano Cigar dengan tangan sendiri, menggunakan tembakau asli Indonesia yang menjadi kebanggaan lokal.

Javano Cigar sendiri dikenal memiliki profil rasa yang kompleks dan berlapis. Ada sentuhan kopi hitam yang pekat, dark chocolate yang lembut, toffee yang manis, roasted nuts yang gurih, hingga earthy notes yang berpadu dengan sedikit black pepper di ujung rasa. Kombinasi rasa semacam ini biasanya hanya ditemukan pada cigar dengan kualitas tembakau yang benar-benar diperhatikan sejak proses penanaman hingga pengolahan.
Bagi tamu yang belum pernah mencoba melinting cigar sebelumnya, sesi ini bisa menjadi pintu masuk yang menyenangkan untuk mengenal hobi baru, sekaligus memahami betapa detailnya proses di balik sebatang cigar yang tampak sederhana.
Musik Jazz sebagai Penyempurna Suasana
Tanpa musik yang tepat, sebuah malam santai bisa terasa hambar. Di Ember and Oaks, alunan musik jazz hadir sebagai elemen penyempurna yang menemani setiap momen, mulai dari sesi mencicipi whisky hingga proses melinting cigar. Musik jazz dipilih bukan tanpa alasan, genre ini dikenal mampu menciptakan suasana santai namun tetap berkelas, selaras dengan konsep keseluruhan acara yang mengedepankan kenyamanan tanpa kehilangan sentuhan eksklusif.
Harga dan Cara Bergabung
Untuk mengikuti Ember and Oaks, tamu cukup merogoh kocek Rp400.000 per orang, yang sudah mencakup sesi whisky sekaligus sesi cigar secara penuh. Harga ini terbilang cukup terjangkau mengingat pengalaman yang ditawarkan mencakup dua sesi eksklusif sekaligus, ditambah kanape dan musik jazz sepanjang acara.

Bagi tamu yang merupakan member ALL atau Accor Live Limitless dan sedang menginap di Pullman Bali Legian Beach, ada keuntungan tambahan yang bisa dimanfaatkan: penukaran 1.000 poin rewards bisa digunakan untuk mengikuti experience ini tanpa biaya tambahan. Ini menjadi nilai plus tersendiri bagi tamu yang loyal terhadap program keanggotaan Accor, sekaligus cara untuk memaksimalkan poin yang sudah terkumpul.
Kenapa Ember and Oaks Layak Dicoba
Ember and Oaks bukan sekadar acara minum-minum biasa. Ada unsur edukasi yang terselip di dalamnya, mulai dari mengenal proses pembuatan whisky lokal yang sudah diakui secara internasional, hingga belajar keterampilan melinting cigar langsung dari para ahlinya di Pranada Cigar. Ditambah dengan suasana jazz yang mengalun pelan sepanjang malam, acara ini terasa seperti ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, sambil tetap membuka peluang untuk menambah relasi dan koneksi baru.
Bagi siapa saja yang tinggal di Bali, atau kebetulan sedang berada di sana menjelang akhir September, Jumat malam di Pullman Temple bisa menjadi pilihan yang berbeda untuk mengisi waktu, jauh dari layar laptop, jauh dari notifikasi kerja, dan lebih dekat dengan pengalaman baru yang layak dicoba setidaknya sekali.
- Whisky in the Glass, Cigar in Hand, Conversations in Motion - Sep 22, 2026
- Bali, Perfect Sunset, Perfect Food, Pengalaman Kuliner di SugarSand - Sep 21, 2026
- Menikmati Sisi Legendaris Kuta dari Titik Terbaiknya - Sep 21, 2026






