Kristen Stewart Ingin Sutradarai Remake Twilight dengan Anggaran Besar, “I’m Doing It!”

22
Sumber: gettyimages

Kabar mengejutkan datang dari dunia perfilman Hollywood, Kristen Stewart, yang meraih ketenaran internasional lewat perannya sebagai Bella Swan dalam franchise Twilight, secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menyutradarai remake film legendaris tersebut. Namun, ini bukan sekadar remake biasa, Stewart membayangkan sebuah versi Twilight yang lebih megah, dengan anggaran besar dan dukungan penuh dari para kreator serta studio. 

Keinginan Stewart itu pertama kali terungkap saat ia menghadiri Variety’s 10 Directors to Watch and Creative Impact Awards di Palm Springs, California, pada 4 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia berbicara kepada Entertainment Tonight mengenai kemungkinan menghidupkan kembali saga vampir romantis yang pernah menjadi fenomena global, sekaligus memberikan sentuhan kreatif baru sebagai sutradara.

Kristen Stewart memulai kariernya di dunia hiburan sebagai aktris remaja, namun namanya melejit secara internasional ketika memerankan Bella Swan dalam franchise Twilight yang tayang dari 2008 hingga 2012. Film-film tersebut tidak hanya meraih kesuksesan besar di box office, tetapi juga meninggalkan jejak budaya pop yang mendalam, mempengaruhi mode, musik, hingga gaya hidup penggemar di seluruh dunia. 

Sumber: Entertainment Weekly

Seiring berjalannya waktu, Stewart tidak lagi ingin dikenal hanya sebagai aktris. Ia mulai mengeksplorasi dunia sutradara, dan debutnya sebagai pengarah film terjadi lewat karya berjudul The Chronology of Water yang dirilis pada 2025. Film ini mendapat pujian kritis, menunjukkan kematangan kreatif Stewart di balik kamera. Prestasi ini bahkan membawanya masuk dalam daftar Variety’s 10 Directors to Watch for 2026, sebuah pengakuan penting yang menegaskan bahwa Stewart kini siap mengukir namanya sebagai sutradara berbakat di Hollywood.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan mengarahkan remake Twilight, Kristen Stewart tidak menahan kekagumannya terhadap film-film aslinya maupun para sutradara yang terlibat. Ia dengan hangat menyebut nama-nama seperti Catherine Hardwicke dan Chris Weitz, serta sutradara lainnya yang masing-masing berhasil memberikan sentuhan unik dan gaya khas pada setiap film dalam franchise tersebut. Stewart menegaskan bahwa ia sangat menghargai kontribusi mereka, mengatakan, “I love what Catherine did, I love what Chris did, I love what all the directors did with those films”.

Selain itu, ia menyoroti sifat film-film Twilight yang “weird, quirky, and very much of its time” kualitas yang menurutnya tetap membuat saga ini relevan dan menarik di mata penggemar, meskipun teknologi pembuatan film dan gaya bercerita telah berkembang pesat sejak era perilisan aslinya. Pandangan ini menunjukkan bahwa Stewart tidak hanya ingin sekadar mengulang cerita lama, tetapi menghormati esensi asli sekaligus memberikan perspektif baru yang segar bagi generasi penonton masa kini.

Salah satu aspek paling menarik dari pernyataan Kristen Stewart adalah visinya untuk menghadirkan remake Twilight dengan anggaran yang jauh lebih besar, sebuah proyek yang tidak hanya mengandalkan dana, tetapi juga dukungan dan cinta dari para kreator serta penggemar setia franchise ini. Stewart menggambarkan idenya dengan antusias , “Imagine if we had a big budget and lots of love and support… I don’t know, I want to readapt it. Yes, of course, I will do the remake. I’m doing it! I’m committed!”.

Sumber: gettyimages

Kata-kata tersebut menunjukkan bahwa Stewart tidak sekadar melontarkan gagasan secara abstrak, melainkan benar-benar mempertimbangkan kemungkinan mengambil alih kursi sutradara untuk proyek yang telah membentuk kariernya. Komitmen ini menegaskan keseriusan Stewart dalam menghadirkan versi Twilight yang lebih megah dan kreatif, sekaligus mempertahankan esensi cerita yang dicintai penggemar selama bertahun-tahun. Dengan visi ini, Stewart menegaskan bahwa remake yang ia impikan bukan hanya tentang nostalgia, tetapi juga tentang memberikan perspektif baru dan pengalaman sinematik yang lebih modern bagi penonton lama maupun generasi baru.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Twilight telah meninggalkan jejak yang sangat besar dalam budaya pop global. Dari fenomena fanfiction yang meluas hingga soundtrack ikonik yang melekat di ingatan banyak orang, franchise ini berhasil membentuk generasi penggemar film romantis fantasi dan tetap relevan meski lebih dari satu dekade berlalu. Meski berbagai kritik muncul terkait gaya penceritaan atau pengembangan karakter, Twilight tetap menjadi salah satu saga yang paling banyak dibicarakan dan dianalisis dalam sejarah perfilman modern. 

Dengan berbagai kemungkinan adaptasi di masa depan, mulai dari remake film hingga serial televisi generasi baru penonton berpeluang menikmati versi Twilight yang disesuaikan dengan selera dan estetika modern. Dan jika Kristen Stewart benar-benar mengambil alih peran sebagai sutradara, langkah itu akan menjadi tonggak penting dalam evolusi franchise, menghadirkan kombinasi antara sentuhan orisinal dan perspektif segar yang mampu menghubungkan penggemar lama dan baru.

Sumber: Variety

Keinginan Kristen Stewart untuk menyutradarai remake Twilight dengan anggaran besar bukan sekadar gagasan ambisius, tetapi sebuah pernyataan komitmen nyata dari seorang kreator yang telah membentuk kariernya melalui saga ini. Dengan pengalaman baru sebagai sutradara dan kecintaannya terhadap cerita asli, Stewart berpotensi menghadirkan versi Twilight yang lebih megah, modern, dan tetap menghormati esensi orisinalnya.

Franchise Twilight sendiri telah meninggalkan jejak mendalam dalam budaya pop, membentuk generasi penggemar film romantis fantasi, dan tetap relevan meski era dan teknologi perfilman terus berubah. Remake yang dipandu Stewart bisa menjadi jembatan antara penggemar lama dan penonton baru, sekaligus membuka babak baru dalam evolusi saga yang pernah menjadi fenomena global.

Dengan dukungan penggemar, studio, dan kreativitas Stewart di balik kamera, masa depan Twilight menjanjikan karya yang lebih berani, segar, dan ikonik, menegaskan bahwa kisah Bella Swan dan Edward Cullen mungkin akan tetap hidup dan dicintai oleh generasi baru selama bertahun-tahun mendatang.