“Snow White” Terhuyung di Box Office, Kontroversi dan Ulasan Lesu Bayangi Debut Film

8
Disney's 'Snow White' Courtesy Photo (Website/Billboard.com)

Adaptasi live action terbaru Disney, “Snow White,” memulai perjalanannya di box office dengan hasil yang jauh dari kata memuaskan. Film yang dibintangi Rachel Zegler sebagai Snow White dan Gal Gadot sebagai Ratu Jahat ini hanya mampu meraup $43 juta di pasar domestik pada akhir pekan pembukaannya, menurut laporan The Hollywood Reporter dalam Billboard.com.

Angka ini jauh di bawah ekspektasi dan bahkan lebih rendah dari debut film “Dumbo” karya Tim Burton pada tahun 2019, yang berhasil mengumpulkan $45 juta. Meskipun demikian, “Snow White” berhasil menduduki puncak box office, mengungguli film mafia “The Alto Knights” yang jeblok dengan pendapatan pembukaan hanya $3,2 juta.

Di pasar internasional, “Snow White” meraih $44,3 juta, sehingga total pendapatan globalnya mencapai $87,3 juta, masih di bawah target proyeksi $100 juta. Dengan anggaran produksi mencapai $250 juta, film ini menghadapi tantangan berat untuk mencapai titik impas.

Salah satu faktor yang mempengaruhi performa “Snow White” adalah ulasan yang beragam dan skor CinemaScore B+, yang relatif rendah untuk film live action Disney. Sebagai perbandingan, film-film adaptasi live action Disney lainnya seperti “Beauty and the Beast,” “Cinderella,” dan “Maleficent” yang telah meraih kesuksesan jauh lebih besar di box office.

Namun, bukan hanya ulasan yang menjadi batu sandungan bagi “Snow White.” Film ini juga dirundung kontroversi sejak awal, dimulai dengan reaksi negatif terhadap pemilihan Zegler sebagai Snow White karena warna kulitnya. Terlepas dari kontroversi dan ulasan yang kurang memuaskan, “Snow White” tetap menjadi salah satu film yang paling dinantikan tahun ini. Disutradarai oleh Marc Webb, yang dikenal lewat film “The Amazing Spider-Man,” film ini menampilkan lagu-lagu karya Benj Pasek dan Justin Paul, duo di balik kesuksesan “The Greatest Showman” dan “Dear Evan Hansen.”