SZA Tampil Memukau dengan Sneakers Custom “VanSZA” Karya Perhiasan Rachel Goatley

11
Sumber: WWD

SZA tampil memukau di Paris Fashion Week 2026 dengan sneakers custom “VanSZA” karya perancang perhiasan Rachel Goatley, menghadirkan kolaborasi unik yang memadukan kemewahan seni perhiasan, kreativitas fashion, dan budaya sneaker dalam satu pernyataan gaya yang mencuri perhatian dunia mode. Kehadiran musisi pemenang Grammy ini langsung menjadi sorotan, bukan hanya karena statusnya sebagai ikon musik global, tetapi juga karena keberaniannya mendobrak batas antara streetwear dan high fashion.

Melalui sneakers eksklusif tersebut, SZA menunjukkan bagaimana sebuah alas kaki dapat bertransformasi menjadi karya seni wearable, sarat detail, simbolisme, dan identitas personal. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan posisi SZA sebagai figur berpengaruh di persimpangan musik, mode, dan budaya pop kontemporer, serta memperkuat arah baru fashion modern yang semakin inklusif dan ekspresif.

SZA dikenal luas sebagai musisi pemenang Grammy dengan karakter vokal yang khas serta gaya personal yang selalu mencuri perhatian, namun dalam beberapa tahun terakhir ia juga semakin menegaskan eksistensinya di dunia fashion global. Tonggak penting dalam perjalanan tersebut terjadi pada Agustus 2025, ketika SZA resmi ditunjuk sebagai Artistic Director pertama untuk brand sepatu ikonik asal California, Vans, sebuah peran strategis yang menandai babak baru dalam karier kreatifnya.

Sumber: VANS

Jabatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan wujud kepercayaan penuh terhadap visi artistik SZA, di mana ia terlibat langsung dalam proses konseptual, pengembangan desain, hingga arah estetika brand. Melalui perannya ini, SZA membawa identitas personal, pengaruh budaya streetwear, serta sensitivitas seni yang ia miliki ke dalam dunia sneakers, menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh di persimpangan musik, fashion, dan budaya populer saat ini.

Pada Paris Fashion Week 2026, SZA mencatatkan momen bersejarah dalam perjalanan fashion-nya dengan melakukan debut spektakuler melalui sepasang sneakers custom hasil kolaborasi eksklusif antara dirinya, Vans, dan perancang perhiasan ternama Rachel Goatley. Sneakers yang diberi nama “VanSZA” ini menjadi representasi nyata dari visi kreatif kolaboratif yang menggabungkan identitas personal SZA dengan warisan street culture Vans serta sentuhan artistik khas dunia perhiasan mewah. Lebih dari sekadar pelengkap busana, sneakers ini tampil sebagai karya seni berjalan yang sarat detail dan makna, membuat SZA tampil mencolok di tengah kemegahan acara mode kelas dunia, termasuk saat menghadiri peragaan busana Louis Vuitton yang dikurasi oleh Pharrell Williams, dan menegaskan bahwa sneakers kini memiliki posisi setara dengan item high fashion di panggung global.

Sepasang sneaker utama yang dikenakan SZA dalam debutnya di Paris Fashion Week 2026 dikenal dengan nama “Ladybug Garden”, sebuah karya yang memadukan siluet klasik Vans Authentic 44 dengan sentuhan artistik yang sangat mewah dan penuh detail. Sneakers ini dihiasi ukiran batu permata dan batu semi-berharga seperti safir, topaz, opal, citrine, malachite, hingga berlian, yang disusun secara presisi sehingga menciptakan tekstur visual menyerupai karya perhiasan tingkat tinggi. Elemen dekoratif berupa ornamen bunga, ladybug, dan berbagai motif alam lainnya dirancang layaknya instalasi seni mini yang hidup di atas permukaan sepatu, menghadirkan nuansa organik sekaligus eksentrik.

Sumber: Sneaker Bar Detroit

Tak hanya itu, terdapat lace dubraes khusus dengan logo Vans yang dimodifikasi menjadi tulisan “VanSZA” berwarna merah mencolok, memperkuat identitas personal SZA dalam desain tersebut, sementara detail metalik seperti lace tips berlapis emas semakin menegaskan kesan luks dan eksklusif. Kompleksitas dan kerumitan desain “Ladybug Garden” menjadikannya lebih dari sekadar sneaker papan atas, melainkan sebuah karya seni wearable yang merefleksikan karakter, visi estetika, dan keberanian SZA dalam mengekspresikan diri melalui fashion.

Tidak hanya tampil dengan sepasang “Ladybug Garden”, SZA juga menghadirkan rotasi lima pasang sneakers custom eksklusif yang masing-masing dibuat satu-satunya (1-of-1) sepanjang gelaran Paris Fashion Week 2026. Seluruh koleksi ini dirancang oleh Rachel Goatley, desainer perhiasan berbasis di New York yang dikenal dengan kemampuannya menggabungkan elemen kemewahan perhiasan dengan estetika streetwear kontemporer. Setiap pasang sneakers memiliki tema dan karakter visual yang berbeda, namun tetap berada dalam satu benang merah identitas kreatif “VanSZA”.

Di antaranya adalah “Temperature Ctrl” berbasis Vans Authentic 44 dengan warna navy yang diperkaya batu safir biru, citrine kuning, dan garnet, menciptakan kesan elegan sekaligus tegas; “Enchanted Forest” berbasis Old Skool 36 yang menampilkan palet hijau dengan aksen malachite dan amethyst untuk nuansa alami dan mistis; “Radiance” yang hadir dalam balutan hitam legam dengan sentuhan berlian dan opal, menghadirkan kontras mewah yang modern; serta “Camo/Earth” bertema bumi dengan kombinasi chocolate diamond, emerald, mutiara, moonstone, dan berbagai batu permata lain yang memperkuat kesan organik dan eksperimental. Seluruh sneaker ini dilengkapi detail khas seperti lace charms, aglets istimewa, serta dubraes bertuliskan “VanSZA”, menegaskan tingkat ketelitian desain yang tinggi sekaligus menjadikan setiap pasangannya sebagai karya seni wearable yang benar-benar eksklusif.

Sumber: Sneaker Bar Detroit

Tidak sembarang desainer dipercaya untuk menggarap proyek sekelas “VanSZA”, dan Rachel Goatley menjadi sosok kunci di balik lahirnya sneakers eksklusif tersebut. Ia dikenal sebagai perancang perhiasan berpengaruh dengan pendekatan kreatif yang inovatif, khususnya dalam memadukan dunia perhiasan mewah dengan budaya sneakers dan fashion kontemporer.

Berbasis di New York, Goatley telah membangun reputasi kuat melalui berbagai kolaborasi prestisius, termasuk bekerja bersama Greg Yuna, serta terlibat dalam proyek-proyek kreatif untuk brand dan figur ternama seperti Kith, Bad Bunny, dan Nigel Sylvester. Keahliannya dalam mengolah batu permata, logam mulia, dan detail artistik menjadi elemen yang menyatu dengan siluet sepatu menjadikannya pionir dalam konsep sneaker custom yang berani, eksperimental, dan sarat nilai estetika tinggi, sebuah pendekatan yang selaras sempurna dengan visi artistik SZA dan semangat kolaboratif Vans.

Meski menuai hype besar dan antusiasme tinggi dari para penggemar fashion serta sneaker di seluruh dunia, seluruh pasangan sneakers custom “VanSZA” yang dikenakan SZA dipastikan tidak akan dirilis ke publik maupun tersedia di rak ritel. Sneakers tersebut diciptakan sebagai karya eksklusif yang bersifat one-of-one, khusus untuk dikenakan dalam rangkaian Paris Fashion Week 2026 dan sejumlah agenda fashion terkait, sehingga nilainya semakin tinggi sebagai objek koleksi dan pernyataan artistik. Kendati demikian, kolaborasi ini memberikan gambaran yang sangat kuat mengenai arah kreatif Vans di bawah pengaruh dan visi artistik SZA, sekaligus menjadi sinyal jelas bahwa ke depan brand ini siap menghadirkan pendekatan baru yang memadukan inovasi, seni, dan fashion secara lebih berani dan eksperimental dalam koleksi-koleksi mendatang.

Kolaborasi antara SZA, Vans, dan Rachel Goatley dalam sepatu custom “VanSZA” bukan sekadar momen fashion yang mencuri perhatian, melainkan sebuah pernyataan artistik tentang bagaimana sneakers dapat bertransformasi dari item kasual menjadi karya seni wearable bernilai tinggi. Melalui detail desain yang rumit, penggunaan batu permata berkualitas, serta pendekatan estetika yang berani dan personal, proyek ini berhasil mengelevasi standar kolaborasi sneakers di industri fashion global, terlebih dengan fakta bahwa seluruh pasangannya diciptakan secara eksklusif sebagai karya one-of-one. Bagi para pecinta fashion, sneakerhead, dan pengikut perjalanan karier SZA, kemunculan “VanSZA” menandai era baru di mana batas antara musik, seni, dan fashion semakin kabur dan SZA berdiri tepat di pusat persimpangan kreatif tersebut sebagai simbol generasi baru ikon budaya kontemporer.