Travis Scott Tampil Mengejutkan di Trailer TV Film The Odyssey Karya Christopher Nolan

7
Sumber: The Economic Times

Travis Scott tampil mengejutkan di trailer TV film The Odyssey karya Christopher Nolan, memicu gelombang perbincangan di dunia hiburan global. Kemunculan rapper dan musisi internasional tersebut langsung menjadi sorotan, mengingat proyek ini merupakan film epik berskala besar yang digarap oleh sutradara visioner di balik Inception, Interstellar, dan Oppenheimer. Kehadiran Travis Scott dalam cuplikan singkat tersebut tak hanya mengejutkan penggemar musik, tetapi juga menarik perhatian pecinta film yang penasaran dengan arah kreatif Nolan dalam menghidupkan kembali kisah klasik legendaris.

Film The Odyssey sendiri telah lama dinantikan sebagai salah satu rilisan paling ambisius tahun 2026. Diadaptasi dari puisi epik Yunani kuno karya Homer, film ini mengisahkan perjalanan panjang dan penuh bahaya Odysseus setelah Perang Troya. Dengan gaya penyutradaraan khas Christopher Nolan yang dikenal kompleks, dramatis, dan sangat sinematik, The Odyssey diproyeksikan menghadirkan pengalaman visual epik yang memadukan mitologi klasik dengan pendekatan modern. Penampilan tak terduga Travis Scott di trailer TV semakin memperkuat daya tarik film ini, sekaligus membuka spekulasi tentang perannya dalam narasi besar yang sarat konflik, strategi, dan takdir.

Sorotan utama dari trailer TV The Odyssey jatuh pada kemunculan mengejutkan Travis Scott, yang ditayangkan saat jeda pertandingan NFL AFC Championship Game antara New England Patriots dan Denver Broncos. Momen ini langsung mencuri perhatian publik karena kehadiran Scott tidak diprediksi sebelumnya, menjadikannya salah satu adegan paling viral dari cuplikan tersebut.

Sumber: Far Out Magazine

Dalam trailer, Travis Scott tidak hanya muncul sekilas sebagai penampilan cameo. Ia terlihat berinteraksi di sebuah ruangan dramatis bersama Tom Holland sebagai Telemachus dan Jon Bernthal sebagai Menelaus, memperkuat nuansa epik dan intensitas naratif film. Di tengah suasana tegang itu, Scott mengucapkan dialog dramatis yang menggarisbawahi tema perang, strategi, dan nasib “A war, a man, a trick, a trick to break the walls of Troy. A burning, screaming to the ground”.

Adegan ini langsung menjadi bahan perbincangan luas di media sosial, forum penggemar film, dan komunitas musik internasional. Reaksi publik menunjukkan bahwa kehadiran Travis Scott lebih dari sekadar cameo singkat, ia memberikan kontribusi signifikan pada atmosfer cerita, sekaligus menambah rasa penasaran penonton terhadap karakter dan perannya dalam film epik ini.

Meskipun penampilan Travis Scott di trailer The Odyssey menuai banyak perhatian, tidak semua reaksi bersifat positif. Beberapa penggemar film klasik dan kritikus mempertanyakan keputusan Christopher Nolan untuk menghadirkan seorang rapper dalam adaptasi cerita mitologi Yunani yang terkenal dengan estetika klasiknya. Menurut laporan New York Post, sebagian komentator menilai langkah ini sebagai “klout-chasing move”, sebuah strategi yang tampak lebih mengejar popularitas artis ketimbang kesetiaan terhadap nuansa dan tradisi cerita aslinya.

Di sisi lain, sejumlah pengamat dan penggemar film juga memuji keputusan Nolan sebagai strategi kreatif yang cerdas. Kehadiran Travis Scott dinilai berhasil memperluas jangkauan audiens, menjangkau bukan hanya penggemar film epik dan sastra klasik, tetapi juga generasi muda yang mengikuti rapper internasional ini sebagai ikon musik. Pendekatan ini dianggap mampu menggabungkan dua dunia hiburan yang berbeda, musik dan film sehingga menciptakan buzz global yang signifikan bahkan sebelum film resmi dirilis.

Travis Scott bukan sekadar nama besar di dunia musik, ia adalah salah satu rapper paling berpengaruh di era modern, dikenal dengan gaya hip-hop yang inovatif dan pertunjukan panggung yang selalu energik serta spektakuler. Kehadirannya dalam film The Odyssey karya Christopher Nolan menjadi sorotan utama karena menggabungkan dua dunia hiburan yang biasanya terpisah, musik dan film epik.

Keterlibatan Travis Scott dengan Nolan sebenarnya bukan hal baru. Pada 2020, ia telah berkolaborasi dengan sutradara legendaris ini melalui lagu “The Plan”, yang menjadi bagian dari soundtrack film Tenet. Nolan memuji kontribusi Scott sebagai elemen penting yang memperkuat narasi film melalui musik, menciptakan atmosfer yang lebih intens dan memikat bagi penonton.

Sumber: gettyimages

Kini, dengan kemunculannya dalam trailer The Odyssey, Travis Scott tampak memperluas peranannya dari musik ke akting langsung di layar lebar. Walaupun detail karakter yang ia mainkan masih dirahasiakan, penampilannya dalam cuplikan trailer menunjukkan bahwa kontribusinya bisa jadi lebih dari sekadar cameo singkat. Kehadiran Scott membuka kemungkinan ia memerankan tokoh yang memiliki peran signifikan dalam narasi film, sekaligus menegaskan bahwa Nolan ingin menghadirkan elemen modern dan sensasi budaya pop ke dalam adaptasi klasik ini.

Kolaborasi ini menandai langkah berani yang tidak hanya menarik perhatian penggemar musik hip-hop, tetapi juga memicu rasa penasaran pecinta film di seluruh dunia. Travis Scott kini bukan hanya menjadi bintang tamu, tetapi juga simbol penggabungan musik dan sinema epik, yang berpotensi menciptakan pengalaman hiburan lintas genre yang segar dan berbeda dari film epik konvensional.

Film The Odyssey merupakan adaptasi epik dari karya sastra klasik Yunani, Odyssey karya Homer, yang menceritakan perjalanan panjang dan penuh tantangan seorang pahlawan legendaris, Odysseus, raja Ithaca, untuk kembali ke tanah kelahirannya setelah Perang Troya. Dalam perjalanan yang penuh liku ini, Odysseus menghadapi berbagai bahaya mitologis, mulai dari makhluk legendaris hingga intervensi dewa-dewi, serta menghadapi ujian alam yang ekstrem. Setiap langkahnya mencerminkan tema universal tentang keberanian, kecerdikan, dan ketahanan manusia di tengah takdir yang tak pasti.

Christopher Nolan, yang terkenal dengan narasi kompleks dan visual yang spektakuler, membawa sentuhan khasnya ke dalam adaptasi ini. Dalam The Odyssey, Nolan menggunakan kamera IMAX 70mm dan meminimalkan efek CGI, memilih pendekatan yang lebih realistis dan fisik untuk menciptakan pengalaman sinematik yang mendalam. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan skala epik film, tetapi juga memberikan penonton sensasi berada langsung di tengah perjalanan Odysseus, merasakan ketegangan dan kemegahan dunia mitologi kuno secara autentik.

Dengan kombinasi cerita klasik dan teknik sinematik modern, The Odyssey diharapkan menjadi salah satu film blockbuster epik tahun 2026, sekaligus memperkenalkan kisah klasik Yunani kepada generasi baru penonton dengan cara yang lebih segar, intens, dan imersif. Kehadiran Travis Scott dalam trailer menambahkan sentuhan kontemporer yang memadukan budaya pop modern dengan cerita klasik, menegaskan bahwa film ini tidak hanya menonjolkan aspek epik, tetapi juga relevansi budaya masa kini.

Sumber: gettyimages

Selain kemunculan mengejutkan Travis Scott, The Odyssey menampilkan jajaran aktor dan aktris papan atas Hollywood yang memerankan tokoh-tokoh penting dalam kisah epik ini. Matt Damon berperan sebagai Odysseus, raja Ithaca dan pahlawan utama yang memulai perjalanan penuh bahaya setelah Perang Troya, sementara Tom Holland memerankan Telemachus, putra Odysseus, yang memainkan peran penting dalam menghadapi konflik politik dan menjaga garis keturunan kerajaan. Anne Hathaway tampil sebagai Penelope, istri setia Odysseus yang terkenal karena kecerdikan dan kesabarannya menunggu kepulangan sang suami, dan Zendaya sebagai Athena, dewi kebijaksanaan yang menjadi pelindung Odysseus sekaligus pemandu moral dalam perjalanannya.

Robert Pattinson memerankan Antinous, salah satu tokoh antagonis yang menimbulkan konflik, sedangkan Charlize Theron sebagai Circe, penyihir kuat yang menghadirkan tantangan bagi sang pahlawan. Lupita Nyong’o juga hadir dengan peran kunci dalam mitologi penuh teka-teki ini, sementara Jon Bernthal memerankan Menelaus, raja Sparta yang terlibat dalam konflik besar seputar Perang Troya.

Sumber: Like in a Movie

Sementara itu, peran Travis Scott masih dirahasiakan sepenuhnya, tetapi trailer memberikan sinyal bahwa ia kemungkinan memerankan karakter yang berkaitan dengan narasi perang dan strategi, menambahkan dimensi modern dan kontemporer pada film epik klasik ini. Struktur film sendiri diperkirakan akan menggabungkan adegan perang, intrik politik, dan perjalanan emosional Odysseus, dengan visual dramatis khas Christopher Nolan, menjadikan The Odyssey salah satu rilisan paling dinanti tahun 2026 dan pengalaman sinematik epik yang mendalam bagi penonton di seluruh dunia.

Universal Pictures menerapkan strategi promosi yang sangat strategis dengan menayangkan trailer TV The Odyssey saat jeda pertandingan NFL AFC Championship Game, salah satu acara televisi dengan jumlah penonton terbesar di Amerika Serikat. Langkah ini dirancang untuk menjangkau audiens yang lebih luas, tidak hanya penggemar film epik atau sastra klasik, tetapi juga generasi muda dan penggemar musik yang mengikuti Travis Scott, sehingga menciptakan buzz global sebelum film resmi dirilis. Film ini sendiri dijadwalkan tayang 17 Juli 2026 di bioskop seluruh dunia, dan sudah diprediksi menjadi salah satu blockbuster terbesar tahun 2026, menarik perhatian penonton internasional dengan kombinasi cerita klasik, visual epik ala Christopher Nolan, dan elemen budaya pop kontemporer yang diperkuat oleh kehadiran Travis Scott.

Penampilan Travis Scott dalam trailer TV The Odyssey karya Christopher Nolan menjadi salah satu kejutan terbesar yang sukses menarik perhatian publik di seluruh dunia. Muncul pada momen strategis, bersamaan dengan aktor papan atas Hollywood, kehadiran Scott memberikan sentuhan modern dan kontemporer yang unik pada film epik yang sudah lama dinantikan ini. Walaupun detail perannya masih dirahasiakan, reaksi yang meluas di media sosial dan liputan internasional menegaskan bahwa kolaborasi antara musik dan film semacam ini memiliki potensi besar untuk mendefinisikan ulang cara penonton menikmati kisah epik klasik, menggabungkan estetika tradisional dengan sensasi budaya pop modern, dan membuka era baru bagi adaptasi sastra klasik di layar lebar.