16 Film dan Acara TV Priyanka Chopra Terbaik 2026

4
Sumber: Layar.id

Nama Priyanka Chopra mungkin pertama kali kamu kenal dari Bollywood, Quantico, atau proyek action Hollywood yang belakangan makin sering muncul di streaming. Kalau sekarang kamu mencari film dan acara TV Priyanka Chopra, pilihannya ternyata jauh lebih lebar: ada drama emosional, thriller gelap, biopik olahraga, spy series, romansa, sampai film bajak laut yang benar-benar menaruhnya di pusat adegan laga.

Yang bikin filmografinya menarik bukan cuma jumlah judul, tapi perubahan warna perannya. Priyanka bisa jadi agen FBI, istri bangsawan yang menahan luka, model ambisius, perempuan autistik, sampai mantan bajak laut. Kalau kamu suka format watchlist aktor yang langsung memisahkan karya berdasarkan mood dan fase karier, bacaan watchlist Kim Yoo-jung juga memakai pendekatan yang serupa.

Daftar ini dipilih berdasarkan signifikansi karier, variasi genre, penerimaan kritik atau audiens, dan relevansi hingga Agustus 2026. Jadi kamu nggak harus menonton semuanya secara kronologis. Tinggal pilih pintu masuk yang sesuai: action terbaru, serial mata-mata, drama Bollywood, atau romansa yang lebih ringan.

Poin Utama

  • Rilisan terbaru: The Bluff menjadi pilihan action paling fresh di daftar ini pada 2026.
  • Serial utama: Quantico adalah titik breakthrough televisi Amerika, sementara Citadel membawa Priyanka ke franchise spy global.
  • Drama kuat: The White Tiger, Barfi!, Fashion, dan Bajirao Mastani paling aman untuk melihat range dramatisnya.
  • Untuk action: pilih The Bluff atau Heads of State.
  • Proyek berikutnya: Varanasi sudah memiliki jadwal rilis 2027, sementara Bluefly masih perlu dipantau perkembangannya.
Mulai dari film atau serial Priyanka Chopra yang mana?
Mood Mulai dari Kenapa
Action terbaru The Bluff Priyanka jadi lead dengan porsi laga besar.
Spy series Quantico / Citadel Dua fase penting karier televisi globalnya.
Drama sosial The White Tiger Cerita tajam dengan penerimaan kritik kuat.
Bollywood emosional Barfi! / Fashion Memperlihatkan range akting sebelum fase Hollywood.
Romansa ringan Love Again Pilihan paling santai setelah deretan thriller dan drama berat.

1. The Bluff (2026)

Sumber: Prime Video

The Bluff adalah rilisan 2026 yang paling jelas memperlihatkan Priyanka Chopra sebagai pusat film action. Ia memerankan Ercell “Bloody Mary” Bodden, mantan bajak laut yang sudah membangun kehidupan baru, lalu dipaksa menghadapi masa lalunya ketika ancaman lama datang mengejar keluarga.

Hal yang membuat judul ini beda dari beberapa proyek Hollywood Priyanka sebelumnya adalah porsinya. Ia bukan karakter pendukung atau sekadar nama besar di ensemble cast. Ercell adalah mesin cerita. Halaman resmi Prime Video mencatat film arahan Frank E. Flowers ini berdurasi 1 jam 43 menit dan dibintangi juga oleh Karl Urban serta Safia Oakley-Green.

Buat kamu yang mencari daftar terbaru tontonan Priyanka Chopra pada 2026, ini entry point paling logis. Aksinya lebih kasar, fisikal, dan survival-driven dibanding Heads of State. Film ini juga memperlihatkan bagaimana fase global Priyanka bergerak dari karakter agen rahasia menuju action lead yang punya identitas sendiri.

Teaser yang dibagikan lewat akun resmi Priyanka memberi gambaran visual tentang sisi Ercell yang keras dan penuh bekas luka. Embed berikut dipakai sebagai konteks promosi film, bukan sebagai pengganti sinopsis.

Yang juga menarik, The Bluff datang setelah Priyanka cukup lama diasosiasikan dengan karakter modern dan dunia spionase. Setting abad ke-19, kostum period, dan koreografi senjata mengubah bahasa tubuh yang harus ia pakai. Jadi walau kamu sudah menonton banyak proyek Hollywood-nya, film ini masih terasa seperti eksperimen karakter baru, bukan pengulangan formula lama.

2. Citadel (2023–2026)

Sumber: TV Insider

Citadel adalah serial spy thriller global yang menempatkan Priyanka sebagai Nadia Sinh, agen elite dengan masa lalu rumit dan kemampuan tempur yang sama pentingnya dengan karakter Richard Madden, Mason Kane. Kalau Quantico terasa seperti conspiracy drama yang bertumpu pada FBI, Citadel bermain jauh lebih besar: jaringan mata-mata, operasi lintas negara, dan ancaman global.

Konten Instagram berikut berasal dari Prime Video official dan relevan dengan Citadel.

Update terbesarnya datang pada 2026. Menurut Amazon, musim kedua sudah streaming di Prime Video dan kembali menghadirkan Richard Madden, Priyanka Chopra Jonas, serta Stanley Tucci. Dengan begitu, pencarian soal apakah Citadel Season 2 sudah keluar tidak lagi perlu dijawab dengan rumor atau jadwal sementara: musim barunya memang sudah tersedia.

Buat penonton yang bertanya serial Priyanka selain Quantico apa, Citadel adalah jawaban paling relevan sekarang. Nadia juga memberi ruang yang berbeda: lebih terlatih, lebih misterius, dan secara visual jauh lebih dekat ke blockbuster action daripada network drama klasik.

Trailer resmi musim kedua memperlihatkan skala aksinya tanpa perlu membocorkan konflik besar. Ini cocok ditonton sebelum kamu memutuskan apakah mau masuk ke serialnya dari musim pertama.

Kalau kamu suka serial yang memberi ruang untuk cliffhanger dan perubahan identitas, Citadel lebih cocok daripada film dua jam. Hubungan Nadia dan Mason juga dibuat sebagai bagian dari misteri, bukan sekadar romance tempelan. Itu membuat setiap informasi tentang masa lalu mereka punya efek langsung ke misi yang sedang berjalan dan alasan mereka sulit percaya satu sama lain.

3. Heads of State (2025)

Sumber: Prime Video

Heads of State adalah pilihan paling ringan kalau kamu ingin melihat sisi action Priyanka tanpa atmosfer sebrutal The Bluff. Dalam film arahan Ilya Naishuller ini, ia memerankan Noel Bisset, agen MI6 yang terseret ke kekacauan bersama karakter John Cena dan Idris Elba.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Heads of State.

Premisnya sengaja dibuat besar dan sedikit absurd: dua pemimpin negara yang awalnya sering bentrok harus bertahan hidup ketika sebuah ancaman memaksa mereka bekerja sama. Noel bukan tempelan. Ia ikut menggerakkan misi dan mendapatkan porsi action yang membuat kehadiran Priyanka terasa relevan di tengah dua bintang utama laki-laki tersebut.

Kalau kamu sedang membandingkan karya Priyanka Chopra pada 2025 dengan rilisan 2026, perbedaannya gampang terasa. Heads of State mengandalkan buddy-action dan humor, sedangkan The Bluff lebih personal serta survival-oriented. Dua film itu justru enak ditonton berdekatan karena memperlihatkan dua energi action yang benar-benar beda.

Kekuatan film ini ada di chemistry ensemble dan tempo yang tidak terlalu serius. Noel tetap kompeten tanpa menghilangkan fungsi komedi dari dua karakter kepala negara. Jadi kalau The Bluff terasa terlalu berdarah atau Citadel terlalu padat lore, Heads of State bisa jadi jeda yang lebih mudah dinikmati sambil tetap memberi cukup banyak adegan laga.

4. Quantico (2015–2018)

Sumber: Prime Video

Quantico adalah acara TV yang paling kuat mengubah Priyanka Chopra dari superstar India menjadi lead di televisi Amerika. Ia memerankan Alex Parrish, trainee FBI yang terseret dalam tuduhan besar dan harus membuktikan kebenaran di tengah jaringan rahasia, pengkhianatan, serta hubungan personal yang kompleks.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Quantico.

Acara TV apa yang membuat Priyanka Chopra terkenal di Amerika? Jawabannya paling aman memang Quantico. Data IMDb mencatat serial ini berjalan tiga musim dengan 57 episode dari 2015 sampai 2018, sementara Priyanka tampil sebagai Alex di seluruh 57 episode. The Rockin’ Life sendiri sudah membahas serial Quantico di AXN sejak penayangan awalnya pada 2015.

Kalau baru mengenal Priyanka lewat Citadel, mundur ke Quantico terasa seperti melihat blueprint awal persona spy-thriller-nya. Bedanya, Alex lebih dekat ke drama prosedural dan misteri karakter. Nadia Sinh di Citadel sudah berada di level agen matang dengan dunia yang jauh lebih bombastis.

Secara karier, Quantico juga penting karena membuktikan Priyanka bisa membawa serial berbahasa Inggris sebagai pemeran utama selama beberapa musim. Itu bukan sekadar cameo lintas industri. Karena itulah, ketika namanya kemudian muncul di Baywatch, Citadel, atau The Matrix Resurrections, penonton internasional sudah punya satu karakter televisi yang sangat kuat untuk mengingatnya.

5. The White Tiger (2021)

Sumber: Netflix

The White Tiger adalah salah satu pilihan terkuat kalau kamu ingin melihat Priyanka dalam drama sosial yang tajam, bukan sekadar proyek bintang internasional. Ia memainkan Pinky Madam dan juga terlibat sebagai executive producer dalam adaptasi novel Aravind Adiga yang diarahkan Ramin Bahrani.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan The White Tiger.

Cerita utamanya mengikuti Balram, sopir dari latar miskin yang bekerja untuk pasangan kaya Ashok dan Pinky. Dari situ film menguliti kelas sosial, kemiskinan, privilege, dan ambisi di India modern. Per Agustus 2026, Rotten Tomatoes menampilkan skor 91% dari 180 ulasan kritikus dan 79% dari audiens, membuatnya salah satu judul dalam daftar ini dengan penerimaan kritik paling konsisten.

Film ini juga mendapat nominasi Writing (Adapted Screenplay) untuk Ramin Bahrani di Oscars 2021. Buat penonton baru, The White Tiger punya keuntungan besar: ceritanya berdiri sendiri, temanya kuat, dan kamu tidak perlu tahu sejarah karier Priyanka untuk menikmati performanya.

Pinky memang bukan karakter dengan screen time terbesar, tetapi posisinya penting untuk memperlihatkan jarak antara kelas sosial yang menjadi inti film. Priyanka juga tidak mencoba mengambil alih cerita dari Balram. Pilihan itu justru terasa pas: ia bekerja sebagai bagian dari sistem yang sedang dikritik film, sekaligus memberi lapisan manusia pada karakter yang punya privilege jauh lebih besar.

6. Barfi! (2012)

Sumber: The Hollywood Reporter

Barfi! adalah salah satu film Bollywood Priyanka Chopra yang paling aman untuk dijadikan titik masuk. Ia memerankan Jhilmil, perempuan autistik yang membangun hubungan tak terduga dengan Barfi, karakter Ranbir Kapoor yang tuli dan tidak dapat berbicara.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Barfi!.

Film arahan Anurag Basu ini punya humor, romansa, visual yang playful, dan emosi yang datang pelan-pelan. Priyanka tidak memainkan Jhilmil sebagai karakter yang dibuat untuk “mencuri simpati” dalam satu adegan dramatis besar. Justru kekuatan penampilannya muncul dari gestur kecil, ritme respons, rasa aman, dan hubungan Jhilmil dengan Barfi.

Kalau pertanyaannya “film Bollywood Priyanka yang wajib ditonton apa?”, Barfi! hampir selalu layak berada di percakapan itu. Film ini menunjukkan sisi yang sangat berbeda dari Nadia Sinh, Alex Parrish, atau Ercell Bodden. Sebelum memutuskan platform, cek lagi katalog streaming Indonesia karena lisensi film lama bisa berubah sewaktu-waktu.

Yang bikin Barfi! bertahan lama sebagai rekomendasi bukan cuma karena sentimental. Film ini punya identitas visual dan ritme komedi yang khas, sehingga dramanya tidak terasa seperti “film sedih” dari awal sampai akhir. Kalau kamu biasanya menghindari drama berat, ini pilihan Bollywood yang relatif ramah untuk pemula karena emosi dibangun bersama humor dan rasa hangat.

7. Fashion (2008)

Fashion adalah film yang memperlihatkan Priyanka Chopra sebagai dramatic lead jauh sebelum namanya identik dengan proyek Hollywood. Ia bermain sebagai Meghna Mathur, perempuan ambisius yang masuk ke industri modeling dan perlahan berhadapan dengan harga yang harus dibayar ketika karier, ego, relasi, dan tekanan industri mulai bertabrakan.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Fashion.

Madhur Bhandarkar membingkai dunia fashion sebagai tempat yang glamor di permukaan tapi keras di balik layar. Priyanka menjalani perubahan Meghna dari pendatang baru, naik ke puncak, lalu menghadapi konsekuensi pilihannya tanpa membuat karakter itu terasa satu nada. Kangana Ranaut dan Mugdha Godse ikut memberi film ini dinamika kompetitif yang kuat.

Performa itu bukan cuma populer. Rilis resmi pemerintah India mengenai National Film Awards mencatat Priyanka memenangkan Best Actress untuk Fashion. Kalau kamu ingin memahami kenapa ia sudah punya kredibilitas drama sebelum pindah ke televisi Amerika, judul ini penting banget.

Buat penonton sekarang, Fashion juga menarik sebagai time capsule industri mode India akhir 2000-an. Styling dan cara film melihat selebritas tentu terasa berbeda dibanding era Instagram, tapi tekanan untuk terlihat sempurna, menjaga citra, dan terus relevan masih terasa familiar. Di situlah film ini tetap punya daya tarik di luar faktor nostalgia.

8. Bajirao Mastani (2015)

Sumber: Hindustian Times

Bajirao Mastani menampilkan Priyanka Chopra sebagai Kashibai, istri Bajirao, dalam epic historical romance arahan Sanjay Leela Bhansali. Meski judulnya menempatkan Bajirao dan Mastani di pusat cerita, Kashibai punya bobot emosional yang membuat kehadiran Priyanka sulit dianggap sekadar supporting role biasa.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Bajirao Mastani.

Ranveer Singh bermain sebagai Bajirao dan Deepika Padukone sebagai Mastani. Konfliknya datang dari cinta, kewajiban, tradisi, keluarga, serta posisi Kashibai ketika hubungan suaminya dengan Mastani berkembang. Priyanka menahan banyak emosi melalui ekspresi dan cara bicara yang terukur. Bukan karakter yang harus terus berteriak untuk terasa terluka.

Kalau kamu menikmati production design megah tetapi tetap mencari karakter yang emosinya dekat, Bajirao Mastani cocok. Film ini juga memperlihatkan bahwa range Priyanka bukan cuma berpindah genre, melainkan juga mampu berubah dari drama kontemporer ke karakter period tanpa kehilangan presence.

Kashibai juga memberi contoh bagus bahwa karakter pendukung bisa lebih membekas daripada jumlah adegannya. Banyak momen terbaik Priyanka di film ini justru lahir dari reaksi ketika ia tidak memegang kendali atas situasi. Kalau kamu suka akting yang bekerja lewat tatapan, jeda, dan perubahan nada suara, perhatikan bagaimana ia memainkan rasa kecewa tanpa membuat Kashibai kehilangan martabat.

9. Mary Kom (2014)

Sumber: IMDb

Mary Kom adalah biopik olahraga yang menempatkan Priyanka Chopra sebagai petinju India Mary Kom. Film arahan Omung Kumar ini berfokus pada perjuangan atlet, tekanan keluarga, latihan fisik, dan usaha kembali ke ring setelah hidupnya berubah.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Mary Kom.

Yang paling mudah terlihat tentu transformasi fisiknya. Tapi film ini tidak hanya bekerja lewat montage latihan dan pertandingan. Priyanka juga perlu menjembatani sisi atlet yang keras dengan kehidupan personal karakter. Hasilnya lebih cocok buat kamu yang suka sports drama berbasis perjuangan daripada film action murni.

Satu hal yang perlu dijaga saat menontonnya: ini tetap dramatisasi layar lebar, bukan dokumenter menyeluruh tentang hidup Mary Kom. Jadi anggap film ini sebagai interpretasi biopik yang menyederhanakan bagian-bagian tertentu demi struktur cerita.

Untuk urutan nonton, Mary Kom enak ditempatkan setelah Fashion. Keduanya sama-sama meminta Priyanka membawa karakter yang sangat driven, tapi bentuk perjuangannya berbeda total: satu bertarung di industri yang mengandalkan citra, satu lagi lewat disiplin atletik. Perbandingan itu membuat evolusi fisik dan emosional aktingnya lebih gampang terlihat.

10. Kaminey (2009)

Kaminey adalah pilihan yang pas kalau kamu penasaran dengan sisi Priyanka Chopra yang lebih liar di dunia crime-thriller Bollywood. Film Vishal Bhardwaj ini dibangun di sekitar dua saudara kembar yang sama-sama diperankan Shahid Kapoor, sementara Priyanka masuk sebagai Sweety, karakter yang justru punya energi kuat di tengah kekacauan kriminal.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Kaminey.

Pacing-nya lebih keras, karakternya banyak, dan ceritanya tidak disusun seaman romansa mainstream. Sweety membawa sisi personal ke plot yang penuh gangster, uang, narkotika, dan identitas yang saling bertabrakan. Priyanka tampil lebih spontan dan meledak-ledak dibanding performanya di Bajirao Mastani atau The Sky Is Pink.

Buat penonton yang cuma mengenalnya dari Baywatch atau Citadel, Kaminey terasa seperti hidden gem. Bukan karena film ini kecil, tapi karena judul Hollywood-nya sekarang jauh lebih gampang muncul di rekomendasi algoritma global.

Secara gaya, Kaminey juga bukan film yang selalu menjelaskan semuanya dengan santai. Ada slang, potongan plot yang bergerak cepat, dan beberapa karakter yang masuk hampir bersamaan. Tapi justru itu keseruannya. Kalau kamu suka crime film dengan energi kacau dan editing cepat, judul ini memberi rasa yang berbeda dari drama Priyanka yang lebih polished.

11. 7 Khoon Maaf (2011)

7 Khoon Maaf memperlihatkan salah satu karakter Priyanka yang paling gelap dan tidak konvensional. Ia memerankan Susanna Anna-Marie Johannes dalam black comedy thriller arahan Vishal Bhardwaj, kisah yang bergerak melalui relasi, pernikahan, obsesi, dan kematian dengan tone yang sengaja aneh serta suram.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan 7 Khoon Maaf.

Film ini diadaptasi dari karya Ruskin Bond dan tidak mencoba membuat Susanna jadi protagonis yang selalu mudah disukai. Itu justru daya tariknya. Priyanka diberi ruang untuk memainkan karakter dalam beberapa fase usia serta kondisi emosional yang berubah, tanpa harus menjaga image romantis atau glamor.

Kalau kamu suka thriller yang rapi dan realistis, film ini mungkin terasa eksentrik. Tapi kalau tujuanmu melihat seberapa jauh Priyanka berani mengambil karakter yang morally messy, 7 Khoon Maaf punya value yang tidak didapat dari karya franchise besar.

Karena premisnya gelap, 7 Khoon Maaf bukan rekomendasi pertama untuk semua orang. Masukkan setelah kamu sudah menonton dua atau tiga karya Priyanka yang lebih mainstream. Dengan konteks itu, perubahan cara ia membawa Susanna terasa lebih mengejutkan dan kamu bisa melihat bahwa keberanian memilih peran ekstrem sudah ada jauh sebelum fase action Hollywood-nya.

12. The Sky Is Pink (2019)

Sumber: Prime Video

The Sky Is Pink adalah drama keluarga yang memperlihatkan sisi Priyanka Chopra jauh lebih intim daripada proyek action-nya. Ia memerankan Aditi Chaudhary bersama Farhan Akhtar, sementara Zaira Wasim dan Rohit Saraf mengisi dinamika keluarga yang menjadi pusat cerita.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan The Sky Is Pink.

Film Shonali Bose terinspirasi dari kisah keluarga Chaudhary dan dibangun dari sudut pandang yang tidak selalu mengikuti formula melodrama lurus. Ada humor, kehangatan, ketakutan, dan grief yang datang bersamaan. Priyanka perlu memainkan seorang ibu dalam rentang emosi panjang, bukan cuma satu momen kehilangan besar.

Kalau Barfi! menunjukkan sisi lembut dan observational, The Sky Is Pink lebih dewasa. Film ini cocok untuk penonton yang ingin drama keluarga emosional tetapi tetap ingin karakter terasa hidup sebelum cerita meminta kita ikut sedih.

Hubungan Aditi dan Niren juga membuat film ini menarik untuk penonton dewasa karena konfliknya bukan sekadar “siapa mencintai siapa”. Mereka harus memproses keputusan medis, pekerjaan, jarak, dan cara setiap anggota keluarga menghadapi ketidakpastian. Priyanka bermain lebih grounded di sini, sehingga filmnya terasa seperti drama tentang bertahan bersama, bukan hanya tentang kehilangan.

13. Dil Dhadakne Do (2015)

Sumber: Prime Video

Dil Dhadakne Do menampilkan Priyanka Chopra sebagai Ayesha Mehra dalam ensemble family dramedy arahan Zoya Akhtar. Di antara Ranveer Singh, Anil Kapoor, Shefali Shah, dan Farhan Akhtar, Ayesha menjadi salah satu karakter yang paling jelas memperlihatkan benturan antara citra keluarga sempurna dan masalah yang mereka sembunyikan.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Dil Dhadakne Do.

Setting kapal pesiar membuat semuanya terlihat mewah dan santai, padahal konfliknya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari: pernikahan yang tidak bahagia, ekspektasi orang tua, bisnis keluarga, peran gender, dan rasa bersalah. Priyanka membawakan Ayesha dengan energi modern dan relatable, jauh dari dramatisasi period di Bajirao Mastani.

Ini juga pilihan yang enak kalau kamu ingin film Bollywood ensemble tanpa tensi gelap Kaminey atau 7 Khoon Maaf. Ceritanya tetap punya isu serius, tapi ritmenya lebih sosial, ramai, dan conversational.

Kalau kamu suka film tentang keluarga disfungsional tetapi tidak mau tone yang terlalu muram, Dil Dhadakne Do termasuk pilihan paling mudah dinikmati di daftar ini. Dialog dan interaksi ensemble menjadi daya tarik utama. Priyanka tidak perlu melakukan transformasi fisik besar; kekuatannya justru ada pada timing, chemistry, dan frustrasi yang terasa sangat modern.

14. The Matrix Resurrections (2021)

Sumber: Hindustian Times

The Matrix Resurrections memasukkan Priyanka Chopra ke salah satu franchise sci-fi paling dikenal lewat peran Sati. Ia memainkan versi dewasa dari karakter yang sudah pernah muncul dalam lore The Matrix, jadi perannya punya hubungan langsung dengan mitologi film-film sebelumnya.

Film arahan Lana Wachowski kembali mempertemukan Keanu Reeves sebagai Neo dan Carrie-Anne Moss sebagai Trinity. Priyanka bukan lead dan screen time-nya jelas tidak sebesar dua karakter tersebut. Tapi Sati tetap memiliki fungsi naratif penting, terutama bagi penonton yang mengikuti sejarah Matrix sejak trilogi awal.

Masukkan judul ini ke watchlist kalau kamu memang penggemar franchise atau ingin melihat salah satu crossover Priyanka ke IP Hollywood skala besar. Kalau yang kamu cari justru performa dengan ruang karakter paling luas, The White Tiger, Fashion, atau The Bluff lebih memuaskan.

Jangan masuk ke The Matrix Resurrections hanya karena ingin “film Priyanka” dengan porsi besar, karena ekspektasinya bisa salah. Anggap ini sebagai bagian dari perjalanan globalnya dan bonus untuk penggemar sci-fi. Untuk penonton yang mengikuti Matrix, kehadiran Sati punya makna lebih besar; untuk penonton baru, filmnya tetap berpusat pada Neo dan Trinity.

15. Baywatch (2017)

Sumber: The Statesman

Baywatch adalah salah satu film Hollywood awal Priyanka Chopra yang paling mudah dikenali, terutama karena ia bermain sebagai antagonis Victoria Leeds. Bersama Dwayne Johnson dan Zac Efron, ia masuk ke action comedy yang mengambil inspirasi dari serial televisi populer dengan nama sama.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Baywatch.

Film Seth Gordon ini bukan judul yang perlu diposisikan sebagai “karya terbaik” Priyanka. Respons kritik terhadap filmnya memang jauh dari sempurna. Tapi dari sudut pandang perjalanan karier, Victoria Leeds penting karena memberi Priyanka karakter villain yang punya style, confidence, dan visibility tinggi di fase awal perpindahannya ke layar lebar Hollywood.

Kalau kamu menonton setelah Quantico, perubahan energinya terasa. Alex Parrish dibangun sebagai karakter yang terus diuji kebenarannya, sementara Victoria Leeds justru menikmati posisi sebagai ancaman. Seru untuk melihat Priyanka tidak selalu bermain sebagai sosok yang harus kita dukung.

Kalau ditonton sebagai bagian dari timeline karier, Baywatch lebih menarik daripada kalau dinilai sendirian. Film ini hadir ketika Priyanka baru membangun pijakan layar lebar Hollywood setelah Quantico. Beberapa tahun kemudian, porsinya berkembang lewat The White Tiger, Citadel, Heads of State, sampai The Bluff. Jadi progresnya terlihat cukup jelas.

16. Love Again (2023)

Love Again adalah pilihan paling jelas kalau kamu ingin melihat Priyanka Chopra kembali ke wilayah romantis. Ia berperan sebagai Mira Ray, perempuan yang masih berduka setelah kehilangan pasangannya dan tanpa sengaja membangun koneksi baru melalui pesan-pesan yang dikirim ke nomor lama.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan Love Again.

Sam Heughan menjadi lawan mainnya, sementara Celine Dion tampil sebagai versi dirinya sendiri dan ikut menjadi bagian dari identitas musik film. Jim Strouse menyutradarai ceritanya dengan tone yang ringan, sentimental, dan jauh dari action-heavy project seperti Citadel.

Menariknya, film seperti ini mengingatkan bahwa respons kritikus dan respons penonton tidak selalu sejalan. Jadi jangan jadikan satu angka rating sebagai satu-satunya penentu. Kalau kamu suka romansa yang gampang diikuti, punya grief sebagai fondasi tetapi tidak ingin tenggelam dalam drama berat, Love Again tetap punya tempat di watchlist.

Kalau kamu datang dari drama romantis Priyanka yang lebih lama, Love Again terasa lebih conventional daripada Barfi!, dan itu bukan selalu kelemahan. Film ini memang bekerja sebagai comfort watch. Chemistry, musik Celine Dion, dan premis pesan yang salah alamat menjadi hook utamanya. Pilih ini ketika kamu ingin sesuatu yang ringan setelah beberapa judul Bollywood yang intens.

Proyek Film Priyanka Chopra Berikutnya Setelah The Bluff

Varanasi adalah proyek besar berikutnya yang sudah memiliki jadwal rilis, sementara Bluefly masih berada dalam fase yang perlu dipantau perkembangan produksinya. Memisahkan proyek yang benar-benar memiliki tanggal dengan proyek yang baru diumumkan penting supaya daftar upcoming tidak berubah menjadi kumpulan rumor.

Konten Instagram berikut berasal dari S. S. Rajamouli official dan relevan dengan Varanasi.

  • Varanasi

    Film arahan SS Rajamouli ini dibintangi Mahesh Babu, Priyanka Chopra, dan Prithviraj Sukumaran. Priyanka diperkenalkan sebagai Mandakini. Bollywood Hungama melaporkan bahwa tanggal rilis 7 April 2027 sudah dikonfirmasi oleh Priyanka. Artinya, ini bukan sekadar proyek “TBA” yang belum punya horizon jelas.

  • Bluefly

    Pada Agustus 2026, Times of India melaporkan Priyanka bergabung dengan Russell Crowe dalam sci-fi action thriller Bluefly. Detail tanggal rilis belum perlu dipaksakan sebelum ada pengumuman studio yang lebih lengkap.

Kalau ada proyek lain yang muncul lewat casting report atau unggahan media sosial, lihat statusnya dulu: diumumkan, filming, post-production, atau sudah punya tanggal rilis. Dengan begitu, daftar tontonan tetap fresh tanpa mengubah spekulasi menjadi fakta.

Kesimpulan

Kalau baru mulai menjelajahi film dan acara TV Priyanka Chopra, pilih Barfi! atau The White Tiger untuk drama, The Bluff atau Heads of State untuk action, lalu Quantico dan Citadel untuk serial. Kalau ingin memahami fase Bollywood-nya lebih dalam, lanjutkan ke Fashion, Bajirao Mastani, Mary Kom, Kaminey, dan 7 Khoon Maaf.

Konten Instagram berikut berasal dari Priyanka Chopra official dan relevan dengan perjalanan karier Priyanka Chopra.

Jalur paling enak memang berdasarkan mood, bukan tahun rilis. Setelah selesai, kamu juga bisa pindah ke watchlist aktor lain lewat daftar acara TV Ji Chang-wook untuk membandingkan bagaimana satu aktor bisa membangun identitas lewat genre yang berbeda.